- Pewarta : Admin
- on : November 19, 2025
Mengibaratkan perkemahan sebagai sebuah wilayah pemukiman, Jamcab 2025 dilengkapi dengan struktur pemerintahan yang disesuaikan dengan kehidupan masyarakat sehari-hari. Sistem ini dirancang untuk melatih kedisiplinan, kepemimpinan, dan tanggung jawab setiap peserta.
Struktur pemerintahan perkemahan terdiri atas Camat Perkemahan (Cianjur Mashur) sebagai pimpinan tertinggi, Staf Kecamatan, Kasie Keamanan, dan Kasie Kesehatan yang membantu dalam aspek administratif dan pelayanan. Satu kecamatan dibagi menjadi dua Kelurahan berdasarkan gender: putra dan putri. Setiap kelurahan dipimpin oleh seorang Lurah dan dibagi lagi menjadi empat RW, masing-masing memiliki Ketua RW. Setiap RW terdiri dari empat Pasukan yang dipimpin oleh Pratama. Setiap pasukan dibagi menjadi empat Regu sebagai unit terkecil pembinaan.
Konsep ini bukan hanya mempermudah pengorganisasian peserta, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter dan latihan struktur sosial yang nyata.
Kelurahan Putra dipimpin oleh Lurah Putra, Dedi Saeful Anwar, S.Mn., S.Pd, dengan seluruh pasukan diberi nama gunung-gunung yang ada di Kabupaten Cianjur—sebuah penghormatan terhadap bentang alam daerah yang megah.
Kelurahan Putri dipimpin oleh Lurah PI, Rissa Septianawati H, M.Pd, dengan seluruh pasukan mengambil nama dari curug-curug indah di Cianjur—simbol kesegaran, keindahan, dan kesejukan alam.
Daftar Pasukan Putri RW 1 terdiri dari Pasukan 1: Curug Cibeureum, Pasukan 2: Curug Cibuluh, Pasukan 3: Curug Ciastana, Pasukan 4: Curug Luhur. RW 2 — Pasukan 5: Curug Cisampay, Pasukan 6: Curug Kubang, Pasukan 7: Curug Cikondang, Pasukan 8: Curug Dadali, RW 3 — Pasukan 9: Curug Supit, Pasukan 10: Curug Siuh, Pasukan 11: Curug Ngebul, Pasukan 12: Curug Ceret, RW 4 — Pasukan 13: Curug Ciismun, Pasukan 14: Curug Singkup, Pasukan 15: Curug Cikurutug ,Pasukan 16: Curug Sawer
Melalui konsep penamaan lokal ini, Jamcab Cianjur 2025 tidak hanya memberikan pengalaman berkemah, tetapi juga memperkaya pengetahuan peserta tentang geografi, budaya, dan keindahan alam Cianjur. Peserta diharapkan pulang bukan hanya membawa kenangan, tetapi juga rasa bangga, cinta daerah, dan kesadaran akan potensi alam Cianjur.
Jambore ini bukan sekadar perkemahan, tetapi ruang belajar tentang jati diri, alam, dan budaya Cianjur yang sesungguhnya. Selamat Berjambore. [Redaksi]**
