- Pewarta : Admin
- on : November 19, 2025
PRAMUKACIANJUR.OR.ID - Selain hiruk pikuk di arena giat utama Jambore Cabang (Jamcab) Cianjur 2025, suasana serius namun penuh antusiasme terasa di Aula Cadika Bumi Perkemahan Mandala Kitri Cibodas pada Rabu (19/11/2025). Para Pembina Pendamping (Bindamping) dari seluruh Kwartir Ranting se-Cianjur berkumpul dalam sebuah Lokakarya yang berfokus pada penguatan kapasitas.
Lokakarya kali ini secara spesifik mengupas tuntas tentang Syarat Kecakapan Umum (SKU) dan Syarat Kecakapan Khusus (SKK), dua instrumen penting dalam pendidikan kepramukaan. Fokus diskusi diarahkan pada mekanisme dan metode pengujian serta pembelajaran yang lebih efektif dan aplikatif bagi Pramuka Penggalang. Kegiatan ini bertujuan memastikan bahwa proses peningkatan kecakapan bukan hanya sekadar formalitas, tetapi benar-benar menghasilkan anggota Pramuka yang terampil dan berkarakter.
Materi kritis dan padat ini disampaikan langsung oleh Kak Dedah Hasanah Wakil Ketua Bidang Pembinaan Anggota Muda Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Cianjur. Kak Dedah menekankan bahwa Pembina harus keluar dari metode pengujian yang konvensional.
"SKU dan SKK itu bukan ujian sekolah biasa. Ini adalah proses pembinaan dan pembentukan karakter. Metode pengujian kita harus bergeser dari sekadar menghafal menjadi menguji sejauh mana Penggalang mampu mengaplikasikan ilmu itu dalam kehidupan nyata," tegas Kak Dedah, disambut anggukan setuju dari para Bindamping. Ia menambahkan bahwa inovasi metode pengujian akan membuat proses pencapaian Tanda Kecakapan Umum (TKU) dan Tanda Kecakapan Khusus (TKK) menjadi lebih relevan dan menyenangkan bagi peserta didik.
Dalam penyampaiannya, Kak Dedah didampingi oleh dua sosok pelatih berpengalaman Kwarcab Cianjur, yakni Kak Yuyun Sugilar dan Kak Haslienda, yang turut memberikan insight praktis dari pengalaman mereka di lapangan. Sesi ini menjadi sangat interaktif dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan para Pembina, terutama mengenai standarisasi dan fleksibilitas metode pengujian di tengah keberagaman kondisi Kwartir Ranting.
Salah satu Pembina Pendamping mengungkapkan apresiasinya. "Materi ini sangat mencerahkan. Selama ini kami sering terkendala dalam mencari metode pengujian yang tidak monoton. Dengan adanya lokakarya ini, kami mendapatkan pandangan baru tentang cara mengintegrasikan nilai-nilai kepramukaan ke dalam setiap poin SKU," ujarnya.
Kwartir Cabang Cianjur berharap agar kualitas pembinaan di gugus depan dapat meningkat signifikan. Pemahaman yang mendalam tentang SKU dan SKK diharapkan akan menjadi katalis dalam mewujudkan Pramuka Penggalang yang bukan hanya berpengetahuan luas, tetapi juga cekatan dan siap menghadapi tantangan zaman. Kegiatan pembinaan bagi Pembina Pendamping ini menjadi salah satu penopang utama keberhasilan Jamcab 2025 dalam mencetak generasi Pramuka yang unggul. [PKC]**
Post a Comment
.png)
.jpeg)






.jpg)

