- Pewarta : Pusinfo Cianjur
- on : November 20, 2025
PRAMUKACIANJUR.OR.ID - Bumi Perkemahan Jambore Cabang (Jamcab) Cianjur 2025 menjadi saksi hadirnya sebuah program edukasi lingkungan bernama Pelepah Kitri. Kegiatan ini dilaksanakan pada rotasi materi harian di setiap subcamp dan wajib diikuti oleh seluruh peserta, mulai 19-22 November 2025. Dengan mengusung konsep pelestarian lingkungan. Pelepah Kitri hadir sebagai upaya membentuk Pramuka Penggalang yang tidak hanya cakap, tetapi juga peduli terhadap kebersihan lingkungan sekitar mereka.
Pelepah Kitri merupakan akronim dari Pramuka Peduli Sampah Sekitar Diri. Program unggulan gagasan Kwartir Cabang Cianjur ini bertujuan mendorong seluruh anggota Pramuka, dari tingkat Siaga hingga Perguruan Tinggi, agar memiliki kesadaran serta kemampuan mengelola sampah melalui prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle atau mengurangi, memanfaatkan kembali, dan mendaur ulang). Konsep ini lahir dari tingginya produksi sampah rumah tangga di lingkungan masyarakat, yang faktanya dapat dikurangi jika setiap individu memiliki pengetahuan tentang pengelolaan sampah sejak dini.
Selama kegiatan berlangsung di Jamcab 2025, peserta diajak mempraktikkan langsung teknik pemilahan dan pengelolaan sampah. Mereka diajarkan membedakan sampah organik dan anorganik sejak dari tenda masing-masing. Di sisi lain, sampah organik yang terkumpul tidak dibuang begitu saja, tetapi diolah menjadi kompos dengan cara penguburan sederhana. Sementara itu, sampah anorganik yang masih memiliki nilai ekonomi seperti botol plastik, kertas, dan kaleng dipisahkan untuk kemudian diserahkan pada bank sampah binaan.
Program ini mendapat respons positif dari para peserta. Salah satu peserta menyampaikan bahwa pengalaman ini membuat mereka lebih memahami cara mengelola sampah dari sumbernya. “Sampah organik dikubur untuk dijadikan pupuk, sedangkan sampah anorganik yang bisa dijual dikumpulkan untuk didaur ulang,” ujarnya sambil menirukan arahan panitia.
Kak Sandi Mulyadi, selaku Koordinator Kegiatan, menegaskan bahwa Pelepah Kitri bukan sekadar materi keterampilan, tetapi merupakan langkah nyata melahirkan agen perubahan dari kalangan Pramuka. “Kami ingin membiasakan mereka sejak dini terhadap pengelolaan sampah. Ini adalah bagian dari dukungan Pramuka untuk program Cianjur Manjur melalui lingkungan yang lebih bersih,” ungkapnya. Hal senada juga disampaikan oleh N. Chandra Fitriana, S.P, bahwa gerakan ini harus menjadi konsistensi bagi generasi Pramuka sebagai pelopor kebersihan di masyarakat.
Lebih dari sekadar rangkaian kegiatan, Pelepah Kitri juga diharapkan menjadi budaya yang dibawa pulang oleh peserta Jamcab ke gugus depan masing-masing. Dengan pembiasaan yang telah diperoleh di bumi perkemahan, para peserta diharapkan dapat menjadi contoh dan menggerakkan lingkungan sekolah maupun masyarakat dalam pengelolaan sampah.
Kwarcab Cianjur telah memperluas program Pelepah Kitri ke seluruh kwartir ranting dan gugus depan, termasuk menjalin kerja sama dengan dinas lingkungan hidup dan bank sampah daerah. Program ini diproyeksikan menjadi gerakan besar Pramuka Cianjur dalam mendukung visi Kabupaten Cianjur sebagai kabupaten bersih, sehat, dan berkelanjutan. [PKC]**
[Pusdatin Kwarcab Cianjur]
.png)