- Pewarta : Pusinfo Cianjur
- on : November 19, 2025
PRAMUKACIANJUR.OR.ID - Jambore Cabang (Jamcab) Cianjur 2025 kembali menghadirkan sesi pembelajaran yang tak terlupakan bagi ratusan Pramuka Penggalang. Dalam upaya menanamkan nilai-nilai konservasi dan cinta alam sesuai Dasa Dharma, peserta Jamcab meninggalkan sejenak tenda mereka di Bumi Perkemahan Mandala Kitri untuk berpartisipasi dalam "Ekspedisi Edukasi Konservasi" di Kebun Raya Cibodas pada Rabu (19/11).
Kegiatan ini secara khusus dirancang bukan sekadar rekreasi, melainkan sebagai laboratorium alam terbuka yang menantang peserta untuk secara langsung mengamati dan memahami ekosistem pegunungan yang kaya. Di bawah rintik hujan dengan udara sejuk dan naungan pepohonan eksotis, Penggalang dari berbagai Kwartir Ranting se-Cianjur menjelajahi kawasan yang menjadi rumah bagi ribuan jenis flora tropis.
Fokus utama ekspedisi adalah pengenalan mendalam terhadap spesies langka dan keanekaragaman hayati. Dibagi dalam kelompok-kelompok kecil, peserta didampingi oleh instruktur untuk mengidentifikasi Pohon Langka, mempelajari koleksi Lumut, dan mengagumi Taman Sakura yang ikonik.
Momen puncak pembelajaran terjadi ketika seorang peserta dari Kwarran Warungkondang, Sinta, menyampaikan pentingnya menjaga lingkungan, terinspirasi dari perawatan koleksi tanaman yang ada di Kebun Raya. "Kebun ini dirawat dengan baik, dan kita semua harus menjaga alam seperti ini," ujar Sinta, menekankan kesadaran baru yang ia peroleh.
Koordinator Kegiatan, Kak Lukmanul Hakim, menggarisbawahi pentingnya pendekatan langsung ini. "Ekspedisi ini adalah implementasi nyata dari Dasa Dharma. Kami ingin anak-anak tidak hanya menghafal, tetapi mengalami dan memahami fungsi krusial hutan dan ekosistem. Pelestarian lingkungan harus menjadi kebiasaan sejak dini," tegasnya.
Selain kegiatan identifikasi, peserta juga dituntut untuk membuat catatan lapangan sebagai bagian dari laporan kegiatan mereka, mengubah jalan-jalan santai menjadi misi penelitian yang serius. Fauzan dari Kwarran Ciranjang mengaku terkesan, "Sangat seru, kami bisa belajar dan jalan-jalan. Ternyata banyak tanaman langka yang belum pernah saya lihat sebelumnya," katanya dengan antusias.
Diharapkan, pengalaman bermakna ini akan meningkatkan kesadaran konservasi peserta jauh setelah Jamcab 2025 berakhir pada 22 November mendatang.[PKC]***
[Pusdatin Kwarcab Cianjur]
.png)