Skip to Content
Loading...
Pusdatin Kwarcab Cianjur
Pusdatin Kwarcab Cianjur
Online
Salam Pramuka ! 👋
Ada yang bisa dibantu?
📰 Berita Terbaru Kwarcab Cianjur
Memuat berita...

Peserta Jamcab Cianjur 2025 Asah Keterampilan Kompas dan Pemetaan


PRAMUKACIANJUR.OR.ID
 Rotasi kegiatan kepramukaan di Jambore Cabang (Jamcab) Cianjur 2025 kembali menghadirkan tantangan teknis lapangan. Kali ini, fokus utama tertuju pada bidang kegiatan Kompas dan Pemetaan, sebuah sesi krusial untuk melatih kemampuan navigasi dan orientasi darat para Pramuka Penggalang.

Kegiatan Kompas dan Pemetaan merupakan satu dari 13 kegiatan dalam setiap rotasi yang diikuti peserta Jamcab tahun ini. Tiga belas kegiatan tersebut mencakup beragam keahlian, antara lain Wisata, Kaulinan, SKU SKK dan SPG, Kompas dan pemetaan, Balap laher, Hastakarya, Penyalahgunaan narkotika, Baris dengan tongkat, Simpul ikatan dan pioneering, Pelapah kitri, Penanggulangan bencana, Pemadam kebakaran, dan Pancawaluya.

Peserta dari Kelurahan Putra (Gunung Gede) dan Kelurahan Putri (Curug Citambur) secara bergantian diuji ketangkasan dan ketelitiannya. Dalam sesi ini, setiap Regu ditantang untuk Menggunakan kompas untuk menentukan arah (azimuth) dan membidik target di sekitar area perkemahan, membaca petasederhana dan membuat sketsa pemetaan (peta pita), menempatkan fitur penting seperti Pos Keamanan 1, Kesehatan 2, atau Lapang Utama.

Koordinator Kegiatan Kompas dan Pemetaan, Kak Rana Irawan dan Kak Arifin, menjelaskan pentingnya sesi ini. “Anak-anak tidak hanya diuji secara fisik, tetapi juga dalam ketelitian dan kerja sama regu. Navigasi darat adalah kemampuan dasar seorang Pramuka, dan giat ini menjadi media praktiknya,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini mampu melatih mental peserta dalam mengambil keputusan di medan terbuka.

Semangat dan kebanggaan terpancar dari wajah para peserta yang terlibat. Almira, peserta dari Kwarran Sukaluyu, mengaku bangga bisa mengikuti kegiatan ini. “Saya senang sekali ikut Kompas dan Pemetaan, karena kami bisa belajar langsung di lapangan, bukan hanya teori. Tantangannya seru, kita harus kompak sama regu,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan oleh Rian dari Kwarran Pagelaran, yang menemukan kesulitan awal namun mampu mengatasinya. “Yang paling sulit itu menemukan tanda medan, tapi kalau sudah tahu tekniknya, jadi gampang dan seru,” tuturnya. [PKC]**

Pewarta
:
Aulia Hafizhah Nursyahidah
Fotografer
:
Risa Nuramalia, M. Rifqi Alfariz, M. Agis, Raisa
Editor
:
Asep Moh. Muhsin, S.Kom

Giat Rotasi : Kompas dan Pemetaan

Halaman Aula Cadika Buper MKSC Rabu, 19 November 2025

Share

Related Posts

Post a Comment

Confirmation of Closure

Are you sure you want to close this video playback?