- Pewarta : Pusinfo Cianjur
- on : November 20, 2025
Materi inti berfokus pada pengenalan tanggap darurat bencana, termasuk identifikasi tingkat cedera, teknik melindungi diri saat bencana, hingga cara memberikan pertolongan dengan benar. Peserta juga diperkenalkan dengan keterampilan dasar seperti pembidaian patah tulang, penanganan pingsan, penyalin luka, dan teknik evakuasi menggunakan tandu darurat menggunakan tongkat dan ikatan tali.
Salah satu peserta, Alifa dari Kwarran Cibeber, mengungkapkan bahwa materi ini memiliki nilai praktik yang tinggi. “Saya baru paham kalau menolong itu harus sesuai prosedur. Kalau salah angkat atau salah pasang bidai, bisa membuat korban makin cedera,” tuturnya. Ia juga menambahkan bahwa teknik yang dipelajari ternyata lebih sulit daripada teori yang selama ini hanya dibaca di buku.
Menurut Kak Herman, sebagai koordinator Penanggulangan Bencana pada Giat Jambore Cabang 2025, materi ini relevan dengan kondisi geografis Kabupaten Cianjur yang rawan gempa bumi, banjir, serta longsor. “Pramuka harus bisa menjadi penolong pertama yang benar. Bukan sekadar niat membantu, tetapi juga aman bagi dirinya dan korban,” jelasnya. Ia menekankan bahwa pelatihan ini bukan hanya keterampilan tambahan, melainkan bagian dari kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana.
Dengan Rotasi Penanggulangan Bencana Alam ini, diharapkan para Penggalang mampu menerapkan ilmu tersebut di lingkungan sekolah, rumah, dan gugus depan. Keterampilan ini bukan hanya untuk kegiatan kepramukaan, tetapi juga bekal untuk keselamatan bersama di kehidupan sehari-hari. [PKC]**
[Pusdatin Kwarcab Cianjur]
.png)