Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Akselerasi Pembangunan Pemuda, Pramuka Jabar Siap Jadi Motor Penggerak Ekosistem Kepemudaan


PRAMUKACIANJUR.OR.ID 
– Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Cianjur turut mengambil peran strategis dalam percepatan peningkatan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) di Jawa Barat. Komitmen ini dibuktikan dengan kehadiran Wakil Ketua (Waka) Bidang Perencanaan, Organisasi, dan Hukum (Renorgakum) Kwarcab Cianjur, Kak Sutarko, dalam pertemuan multipihak yang diselenggarakan pada Senin (20/7/2026).

Bertempat di Aula Aang Witarsa Dispora Jabar, Kota Bandung, agenda bertajuk "Akselerasi, Kolaborasi, dan Kerja Sama Multipihak dalam Pembangunan Kepemudaan di Jawa Barat" ini memfokuskan pada penyelarasan gerak antar-elemen kepemudaan. Pertemuan ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jabar, Kepala Dispora Jabar, Kepala Disdikpora Jabar, Ketua KNPI Jabar, serta utusan Dispora, Kwarcab, dan KNPI dari seluruh kabupaten/kota se-Jawa Barat.

Kepala Dispora Jawa Barat, Kak Dr. Hery Antasari, M.Dev.Plg dalam pemaparannya menyoroti potensi 12 juta pemuda Jabar sebagai yang terbesar di Indonesia. "Esensi dari kegiatan ini adalah kita harus membangun ekosistem kepemudaan secara bersama-sama. Dibutuhkan akselerasi dan kolaborasi riil dari semua pihak," tegasnya.

Menyambung hal tersebut, Sekda Jawa Barat  Kak Herman Suryatman memberikan arahan tegas bahwa Gerakan Pramuka harus menjadi motor penggerak utama. Mengusung prinsip Superteam dan bukan sekadar Superman, Pramuka didorong untuk memperkuat koordinasi dengan KNPI. "Pemuda itu harus memiliki semangat self-help, mampu menjadi penolong bagi dirinya sendiri," pesan Sekda seraya menyebutkan bahwa IPP Jawa Barat saat ini berada di angka 62,96.

Dalam rangka mengakselerasi program, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah menyiapkan platform kepemudaan dengan mencetak 627 agen pemuda di tiap kecamatan. Anggota Pramuka golongan Pandega memiliki peluang besar untuk mengisi posisi ini dengan sistem kontrak selama satu tahun. Pelatihan para agen ini akan dipusatkan di Buper Kiarapayung dengan semangat gotong royong (rereongan).

Ke depan, KNPI juga diberikan ruang untuk membina Dewan Kerja Cabang (DKC). Untuk mendukung pembinaan dan operasional agen pemuda tersebut, Pemda Jabar akan mengucurkan insentif khusus kepada KNPI.

Terkait tantangan ekonomi dan angka pengangguran Jabar yang menembus 64,06, Sekda menuntut adanya solusi agar pemuda tidak menganggur. Pemuda juga diwanti-wanti untuk tidak terjerat pinjaman berbunga mencekik seperti "Bank Emok" yang mencapai 25% per bulan, dan diarahkan untuk memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang bunganya hanya 7% per tahun. Ia juga mengingatkan jajaran ASN untuk bekerja dengan hati, mengingat jutaan rakyat mendambakan posisi tersebut.

Sebagai bentuk dukungan operasional, Kwarda Jabar mengumumkan alokasi dana hibah sebesar Rp 5 Miliar. Sebagian dari dana yang telah diikat perjanjian dengan seluruh andalan ini akan didistribusikan ke tingkat Kwarcab, yang tentunya akan turut memperkuat pergerakan Kwarcab Cianjur.

Kak Sutarko selaku utusan Kwarcab Cianjur memastikan bahwa seluruh arahan dari pertemuan ini akan segera dilaporkan kepada pimpinan Kwarcab agar terjamin mutu informasinya. Diharapkan, hasil rumusan dari Pemprov Jabar ini dapat segera ditindaklanjuti sehingga memberikan manfaat dan dampak nyata yang resonansinya mampu dirasakan langsung oleh puluhan satuan pendidikan di Cianjur. [PKS- Kak Sutarko]***

Post a Comment

1 Comments

Sistem Pengarsipan Digital