Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Apa Makna Api Unggun bagi Pramuka? Ini Pesan Kak Sidik di JOTA-JOTI Cianjur 2026


PRAMUKACIANJUR.OR.ID
– Suasana kebersamaan mewarnai kegiatan Api Unggun Jamboree On The Air (JOTA) dan Jamboree On The Internet (JOTI) Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Cianjur Tahun 2026, Sabtu (17/10/2026), di Lapangan Utama Mandala Kitri Scout Camp, Cibodas, Cianjur. Kegiatan ini menjadi salah satu momen penting bagi peserta untuk mempererat persaudaraan sekaligus meneguhkan kembali nilai-nilai kepramukaan.

Kegiatan Api Unggun tersebut dipimpin oleh Kak H.M. Sidik Mulyadi, M.Pd., selaku Andalan Cabang Urusan Penegak dan Pandega. Dalam amanatnya, ia menyampaikan makna filosofis api unggun dalam Gerakan Pramuka yang tidak sekadar menjadi tradisi perkemahan, tetapi juga memiliki nilai simbolis yang erat kaitannya dengan pembentukan karakter anggota Pramuka.

Kak H.M. Sidik Mulyadi menjelaskan bahwa api melambangkan semangat yang tidak pernah padam, keberanian dalam menghadapi tantangan, ketulusan dalam pengabdian, serta kuatnya ikatan persaudaraan. Nilai-nilai tersebut diharapkan terus tumbuh dalam diri setiap anggota Pramuka, baik ketika mengikuti kegiatan perkemahan maupun saat menjalankan kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, nyala api unggun menjadi pengingat bahwa semangat seorang Pramuka harus tetap menyala dalam berbagai keadaan. Tantangan zaman, termasuk pesatnya perkembangan teknologi komunikasi, perlu dihadapi dengan keberanian, kreativitas, dan kemauan untuk terus belajar tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar Gerakan Pramuka.

Dalam amanatnya, ia juga mengulas sejarah tradisi api unggun yang berkaitan dengan perjalanan Baden-Powell dalam mengembangkan pendidikan kepramukaan. Pengalaman Baden-Powell di Mafeking serta kegiatan perkemahan percobaan di Pulau Brownsea pada 1907 menjadi bagian penting dalam sejarah perkembangan Gerakan Pramuka.

Tradisi berkumpul di sekitar api unggun kemudian dikenal luas dalam kegiatan perkemahan sebagai sarana membangun suasana kekeluargaan. Api unggun menjadi tempat anggota berkumpul, menghangatkan diri, berbagi cerita, melakukan refleksi, dan memperkuat kebersamaan di antara peserta yang berasal dari berbagai latar belakang.






Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, api unggun juga memiliki makna dalam membangun jiwa korsa dan rasa saling memiliki. Ketika seluruh peserta berkumpul dalam satu lingkaran, perbedaan asal daerah, pangkalan, maupun golongan tidak menjadi penghalang untuk menjalin persahabatan dan memperkuat persaudaraan sebagai sesama anggota Gerakan Pramuka.

Nilai tersebut terasa relevan dalam pelaksanaan JOTA-JOTI Kwarcab Cianjur 2026. Melalui kegiatan yang menggabungkan komunikasi radio dan internet, anggota Pramuka memiliki kesempatan untuk memperluas jaringan pertemanan, bertukar pengalaman, serta berkomunikasi dengan sesama Pramuka dari berbagai daerah hingga mancanegara.

Kak H.M. Sidik Mulyadi berpesan agar semangat yang tumbuh dalam Api Unggun JOTA-JOTI 2026 menjadi penerang bagi seluruh peserta untuk terus berkarya. Ia berharap para anggota Pramuka tidak hanya membawa pulang kenangan dari kegiatan tersebut, tetapi juga memiliki dorongan untuk mengembangkan kemampuan, meningkatkan prestasi, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Ia juga mengajak peserta untuk terus menjaga persaudaraan, mulai dari tingkat Kwartir Cabang hingga lingkup internasional. Pemanfaatan teknologi komunikasi radio dan digital diharapkan dapat menjadi sarana untuk mempertemukan anggota Pramuka, memperluas wawasan, serta memperkuat hubungan persahabatan lintas wilayah.

Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, semangat kebersamaan tetap menjadi hal penting yang harus dijaga. Kemampuan menggunakan perangkat komunikasi perlu disertai sikap santun, tanggung jawab, saling menghargai, dan kesadaran bahwa teknologi seharusnya digunakan untuk membangun hubungan yang positif.

Pesan utama dalam kegiatan Api Unggun tersebut adalah pentingnya menjaga semangat kepramukaan agar tetap menyala dalam diri setiap anggota. Keberanian, pengabdian, kreativitas, dan persaudaraan perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, dengan tetap berpegang teguh pada Satya dan Darma Pramuka sebagai pedoman sikap dan perilaku.[PKC/Asmuh]*

Post a Comment

0 Comments

Sistem Pengarsipan Digital
✕
✕
☰