Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Perjalanan Panjang Raih Hak Bina Dan Latih, Ratusan Pramuka Dewasa Cianjur Lalui Berbagai Tahapan Uji


PRAMUKACIANJUR.OR.ID
 – Mendapatkan Tanda Hak Bina (THB) dan Surat Hak Latih (SHL) di lingkungan Gerakan Pramuka bukanlah sebuah pencapaian yang bisa diraih secara instan. Fakta ini dibuktikan langsung oleh 309 peserta program Narakarya dan Naratama Kwartir Cabang (Kwarcab) Cianjur periode 2026.1. Mereka baru saja dikukuhkan secara resmi pada Sabtu, 8 Agustus 2026, setelah berhasil merampungkan serangkaian tahapan uji yang sangat panjang sejak awal tahun.

Proses panjang ini sengaja dirancang untuk memastikan bahwa setiap pembina dan pelatih yang dicetak memiliki kualitas, integritas, serta dedikasi tinggi terhadap pendidikan kepramukaan. Dari total 309 Pramuka Dewasa yang dikukuhkan, pesertanya menaungi berbagai tingkatan, yakni lulusan Narakarya Dasar, Narakarya Lanjutan, hingga Naratama Lanjutan. Mereka dituntut untuk membuktikan kapasitasnya tidak hanya di atas kertas, tetapi juga melalui pengabdian nyata di lapangan.

Ka. Yuyun Sugilar, S.Pd., Lt. selaku Ketua Pelaksana, menjabarkan secara rinci betapa padatnya agenda yang harus dilalui oleh para peserta dewasa ini. Masa pengembangan tersebut secara resmi dimulai sejak 24 Januari 2026 dan berlangsung selama enam bulan penuh hingga 30 Juni 2026. Rentang waktu setengah tahun ini menjadi kawah candradimuka bagi para peserta untuk menyerap ilmu manajerial kepramukaan sekaligus mengaplikasikannya.

Selama masa pengembangan enam bulan tersebut, para peserta harus konsisten membagi waktu antara tugas keseharian dan kewajiban kepramukaan mereka. Peserta diwajibkan mengikuti Bimbingan Umum sebagai fondasi awal, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi Bimbingan Kelompok bersama pelatih secara intensif pada rentang bulan Februari, April, dan Juni. Tidak berhenti di situ, peserta juga harus kembali hadir dan berpartisipasi dalam Bimbingan Umum di masing-masing lokal Kwartir Ranting (Kwarran) pada bulan Maret dan Mei.



Lebih jauh, Ka. Yuyun mengungkapkan bahwa para peserta tidak sekadar menerima materi teori di dalam ruangan, melainkan ada syarat-syarat khusus dan kewajiban praktik yang sangat ketat. "Untuk peserta Narakarya Dasar dan Lanjutan, selain diwajibkan melakukan praktik membina secara langsung di Gugus Depan (Gudep) masing-masing, mereka juga wajib memperoleh 2 Tanda Kecakapan Khusus Pramuka (TKKP) melalui jalur konversi serta mengimplementasikan 3 poin Syarat Kecakapan Umum (SKU) pilihan," ungkapnya.

Beban ujian dan tanggung jawab yang jauh lebih menantang diberikan khusus kepada 26 orang peserta Naratama Lanjutan. Sebagai calon pelatih yang ke depannya akan membina para pembina, mereka diwajibkan memenuhi syarat TKKP ditambah dengan keharusan menyelenggarakan 5 Giat Orang Dewasa. Kegiatan ini menuntut kemampuan manajerial dan kepemimpinan tingkat lanjut karena harus dirancang dan dieksekusi dengan baik, baik secara perorangan maupun dalam format kerja kelompok.

Puncak dari seluruh rangkaian tahapan pengembangan ini adalah fase pemaparan atau presentasi laporan pertanggungjawaban. Ujian akhir ini telah dilaksanakan secara maraton dan sistematis sepanjang bulan Juli 2026 di berbagai titik yang tersebar di wilayah Kabupaten Cianjur. Titik pemaparan tersebut mencakup wilayah Pacet, Cikalongkulon, Cipanas, Haurwangi, Sukanagara, Tanggeung, hingga basis pembinaan dari unsur Kementerian Agama (Kemenag) yang dipusatkan di MI Al-Khoeriyah Cibeber.

Pada akhirnya, dedikasi luar biasa dari jajaran panitia serta 33 Pelatih Pembimbing dari Pusdiklatcab Mandala Wirakancana yang setia mendampingi peserta selama 6 bulan terbayar lunas. Momen haru sekaligus membanggakan terjadi saat Ketua Kwarcab Cianjur resmi mengukuhkan seluruh peserta. Prosesi sarat makna ini menjadi bukti nyata komitmen teguh Kwarcab Cianjur dalam mencetak kualitas pembina dan pelatih pramuka yang kompeten, tangguh, serta teruji secara langsung di lapangan. [PKC=Risa]**

Post a Comment

0 Comments

Sistem Pengarsipan Digital