Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Pesan Ketua Kwarcab Cianjur Bagi 309 Lulusan Narakarya Dan Naratama


PRAMUKACIANJUR.OR.ID – Suasana haru dan bangga menyelimuti prosesi Pengukuhan Peserta Narakarya dan Naratama Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Cianjur periode 2026.1. Bertempat di Gedung bale Kitri Kwarcab Cianjur pada Sabtu (8/8/2026), sebanyak 309 peserta secara resmi dikukuhkan setelah menuntaskan masa pengembangan yang panjang dan penuh tantangan. 

Ketua Kwarcab Cianjur, kak Budhi Rahayu Toyib yang hadir secara langsung memimpin prosesi pengukuhan memberikan pesan tegas kepada seluruh peserta. Beliau mengingatkan bahwa penerimaan Tanda Hak Bina (THB) bagi lulusan Narakarya dan Surat Hak Latih (SHL) bagi lulusan Naratama hanyalah sebuah langkah awal. Secara hakikat, status dan atribut baru tersebut merupakan gerbang pembuka menuju tanggung jawab moral dan organisatoris yang jauh lebih besar di lapangan.

Di hadapan ratusan Pramuka Dewasa yang baru saja disematkan tanda kelulusannya tersebut, Ketua Kwarcab menekankan pentingnya pengabdian dan aksi nyata pasca-pengukuhan. "Ingat, pengukuhan ini bukan akhir. Setelah menerima Tanda Hak Bina dan Surat Hak Latih, tanggung jawab kalian justru semakin besar," tegas Kak Budhi memotivasi sekaligus mengingatkan seluruh peserta akan tugas berat yang menanti.

Lebih lanjut, beliau secara khusus menitipkan sebuah pesan filosofis berlandaskan kearifan lokal Sunda kepada seluruh Pembina dan Pelatih yang baru dikukuhkan. Pesan tersebut merangkum tiga pilar utama karakter seorang pendidik sejati di lingkungan Gerakan Pramuka, yakni keharusan untuk menjadi sosok yang “Ngerti, Ngeres, jeung Nyagerkeun” di mana pun mereka ditugaskan kelak.

Makna dari filosofi tersebut sangatlah dalam dan relevan dengan tantangan pembinaan generasi muda masa kini. Seorang pembina dituntut untuk ngerti atau paham betul terhadap aturan serta pedoman pendidikan kepramukaan. Kemudian, mereka harus ngeres yang bermakna memiliki kepedulian tinggi, mau bekerja keras, dan ikhlas turun tangan langsung dalam membina. Terakhir, mereka wajib nyagerkeun atau mampu menyembuhkan keadaan, membawa dampak positif, serta senantiasa menjadi solusi di tengah masyarakat sesuai dengan nilai-nilai Dharma Pramuka.

Secara spesifik, Ketua Kwarcab juga menjabarkan arah pengabdian para peserta berdasarkan kualifikasi yang baru diraih. Bagi para lulusan Narakarya, mereka dituntut untuk kembali ke pangkalan dan menjadi pembina yang kreatif serta inovatif di Gugus Depan (Gudep) masing-masing, memastikan kegiatan latihan tidak membosankan bagi peserta didik. Sementara itu, bagi lulusan Naratama, amanah baru sebagai seorang pelatih mengharuskan mereka untuk proaktif membantu kwartir dalam mengelola, mendampingi, serta menyelenggarakan berbagai tahapan kursus kepramukaan.

Menutup amanatnya pada hari yang bersejarah itu, Ketua Kwarcab memberikan instruksi pemungkas yang diiringi dengan harapan tulus bagi perjuangan para pembina. "Bangun Gudep yang kuat. Bina adik-adik dengan hati. Dan jaga nama baik Gerakan Pramuka Kwarcab Cianjur di mana pun kalian bertugas," tutupnya seraya mendoakan agar seluruh ilmu yang didapat dan dedikasi yang diberikan kelak dicatat oleh Tuhan Yang Maha Esa sebagai amal jariyah yang tak terputus. [PKC-Risa]

Post a Comment

0 Comments

Sistem Pengarsipan Digital