Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Hari Kedua JOTA-JOTI Cianjur Makin Menantang! Pramuka Adu Ketangkasan dari Fox Hunting hingga Komunikasi Radio


PRAMUKACIANJUR.OR.ID
| — Memasuki hari kedua pelaksanaan Jamboree on the Air (JOTA) dan Jamboree on the Internet (JOTI) Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Cianjur 2026, Sabtu (17/10/2026), para peserta mendapatkan pengalaman pembelajaran yang semakin menantang melalui kegiatan rotasi materi di Mandala Kitri Scout Camp, Cibodas, Kabupaten Cianjur.

Setelah dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua Kwarcab Cianjur Bidang Huminpro, Kak Dr. Nanang Rustandi, M.H., kegiatan berlanjut dengan sesi praktik dan pembelajaran yang melibatkan peserta Penggalang, Penegak, serta para pemateri dari bidang komunikasi radio amatir. Ketua Pelaksana JOTA-JOTI Kwarcab Cianjur 2026, Kak Yati Suciyati, mengoordinasikan pelaksanaan kegiatan yang dirancang agar peserta memperoleh pengalaman langsung, bukan sekadar memahami teori.

Pada rotasi ketiga yang berlangsung pukul 10.00 hingga 12.00 WIB, peserta mengikuti empat pos pembelajaran dengan materi berbeda. Setiap pos memberikan pengalaman tersendiri, mulai dari teknik mencari sumber pancaran radio, memahami sandi Morse, mengenal mode komunikasi Single Side Band (SSB), hingga mempraktikkan tata cara komunikasi radio yang tertib.

Di Pos 1, bertempat di Tenda BPBD Komplek Buper Mandala Kitri, peserta Penegak mendapatkan materi Fox Hunting dari Kak Asep Suryana dan Kak Rodi. Dalam sesi ini, peserta mengikuti simulasi perlombaan mencari tiga titik pemancar atau fox yang disembunyikan di sekitar area perkemahan.

Sebelum praktik dimulai, peserta memperoleh penjelasan singkat mengenai teknik triangulasi sinyal dan cara membaca arah antena. Setelah itu, mereka dibagi ke dalam beberapa tim untuk melakukan pencarian. Kegiatan ini menuntut ketangkasan, ketelitian, strategi, dan kekompakan anggota tim dalam menentukan arah pancaran hingga menemukan titik yang dicari.

Sementara itu, Pos 2 yang berlokasi di Aula Perkemahan Mandala Kitri Scout Camp Cibodas menghadirkan materi Kode Morse untuk Kelompok 3 dengan pemateri Kak Asep Saepudin. Pembelajaran difokuskan pada praktik menerjemahkan pesan rahasia, baik dari kata menjadi sandi Morse maupun sebaliknya.

Suasana pembelajaran semakin menarik ketika peserta diajak melakukan komunikasi estafet menggunakan sandi Morse melalui alat sederhana berupa kentongan dan lampu senter. Melalui latihan tersebut, peserta belajar bahwa komunikasi menggunakan kode membutuhkan ketepatan, konsentrasi, dan kemampuan menyampaikan pesan secara benar agar informasi yang diterima tidak berubah.

Materi berbeda diberikan di Pos 3, Aula Cadika Mandala Kitri Scout Camp Cibodas. Kelompok 4 mengikuti pembelajaran mengenai Single Side Band (SSB) bersama Kak Hadi dan Kak Syahira. Peserta diperkenalkan pada perbedaan mode AM, FM, dan SSB dalam komunikasi radio serta penggunaannya sesuai kebutuhan komunikasi.

Tidak berhenti pada penjelasan, peserta juga diajak mempraktikkan panggilan CQ JOTA dan bertukar informasi call sign dengan peserta JOTA dari daerah lain. Praktik ini memberikan gambaran tentang bagaimana radio amatir dapat menghubungkan anggota Pramuka lintas wilayah melalui komunikasi langsung, sekaligus melatih keberanian dan tata cara berbicara di udara.

Adapun Pos 4 yang bertempat di Ruangan ORARI diisi oleh Kak Sulaeman dan Kak Timi Febriani. Pada sesi ini, peserta mempelajari pengenalan organisasi ORARI serta tata cara menjadi anggota amatir radio. Mereka juga mendapatkan latihan komunikasi dua arah yang santun dan sesuai prosedur operasional, termasuk cara mencatat komunikasi JOTA-JOTI dalam logsheet.

Pembelajaran di Ruangan ORARI memperlihatkan bahwa komunikasi radio bukan hanya soal menyampaikan pesan, tetapi juga berkaitan dengan etika, keteraturan, dan pencatatan informasi. Keterampilan tersebut menjadi bagian penting agar komunikasi antarpengguna radio dapat berlangsung tertib dan mudah ditelusuri.

Kegiatan kemudian berlanjut ke rotasi keempat pada hari yang sama, pukul 13.00 hingga 15.00 WIB. Pada sesi siang ini, peserta kembali mengikuti empat pos pembelajaran dengan tantangan dan pendalaman materi yang berbeda. Pola rotasi membuat peserta memiliki kesempatan untuk mengenal berbagai aspek komunikasi radio secara bertahap.

Di Tenda BPBD, Kelompok 3 mengikuti materi Fox Hunting bersama Kak Asep Suryana dan Kak Rodi. Kali ini, tantangan pencarian dibuat lebih kompleks melalui simulasi estafet tiga frekuensi berbeda. Peserta diperkenalkan pada teknik body shielding serta cara membedakan pantulan sinyal agar tidak terkecoh ketika mencari sumber pancaran di area sekitar perkemahan dan pepohonan.

Pada Pos 2 di Aula Perkemahan Mandala Kitri, Kelompok 1 mengikuti pembelajaran Kode Morse bersama Kak Asep Saepudin. Sesi ini menitikberatkan pada kecepatan dan ketepatan peserta dalam menerjemahkan sandi melalui cahaya maupun suara. Peserta juga berlatih membuat nama panggilan menggunakan sandi Morse sebagai bentuk identitas dalam kegiatan JOTA.

Sementara itu, Pos 3 di Aula Cadika menghadirkan materi Fox Hunting dengan perangkat SSB untuk peserta Penegak. Bersama Kak Hadi dan Kak Syahira, peserta diperkenalkan pada tantangan pencarian jejak pemancar SSB serta praktik pelacakan sinyal dengan teknik pencarian silang. Materi ini memperluas pemahaman peserta mengenai penggunaan perangkat radio dalam kegiatan pencarian sumber pancaran.

Di Ruangan ORARI, peserta Penegak bersama Kak Sulaeman dan Kak Timi Febriani mengikuti simulasi Net Control Station (NCS) JOTA. Peserta belajar menjalankan peran sebagai pengendali komunikasi, mengatur giliran berbicara ant stasiun radio, serta mencatat aktivitas komunikasi dalam logbook. Simulasi ini melatih kedisiplinan, ketelitian, dan kemampuan mengelola komunikasi agar berlangsung teratur.

Rangkaian rotasi ketiga dan keempat tersebut menjadi bagian penting dari pelaksanaan JOTA-JOTI Kwarcab Cianjur 2026. Melalui pembelajaran berbasis praktik, peserta tidak hanya diperkenalkan pada perangkat dan istilah komunikasi radio, tetapi juga dilatih bekerja sama, mengikuti prosedur, serta membangun kepercayaan diri ketika berkomunikasi dengan sesama anggota Pramuka.

Semangat kegiatan ini sejalan dengan pesan Kak Nanang Rustandi saat pembukaan, yang menekankan manfaat JOTA-JOTI sebagai kesempatan berkomunikasi dengan Pramuka dari kwartir lain hingga berbagai negara. Ia juga mendorong peserta memanfaatkan kegiatan untuk menambah wawasan dan keterampilan, menjaga kesehatan, serta ikut mempromosikan aktivitas kepramukaan melalui media sosial agar keberadaan dan manfaat Gerakan Pramuka semakin dikenal masyarakat.

Dengan dukungan panitia yang dipimpin Kak Yati Suciyati, para pemateri, serta kolaborasi dengan komunitas radio amatir, JOTA-JOTI Kwarcab Cianjur 2026 menjadi ruang belajar yang menggabungkan semangat kepramukaan dengan perkembangan teknologi komunikasi. Pengalaman praktik yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk mengembangkan keterampilan dan memperluas persahabatan, baik di tingkat lokal maupun internasional. [PKC/Asmuh]*

Jota Joti Hari Kedua

Mandala Kitri Scout Camp 17 Oktober 2026

Post a Comment

0 Comments

Sistem Pengarsipan Digital
✕
✕
☰