PRAMUKACIANJUR.OR.ID – Sebanyak 500 anggota Gerakan Pramuka yang terdiri atas golongan Penggalang, Penegak, dan pembina mengikuti kegiatan Talk Show Jumpa Tokoh dalam rangka Jamboree On The Air dan Jamboree On The Internet (JOTA-JOTI) Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Cianjur Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 17 Oktober 2026, di Lapangan Utama Mandala Kitri Scout Camp, Cibodas, Kabupaten Cianjur, menghadirkan dua narasumber yang berbagi pengalaman mengenai Radio Scouting, komunikasi radio amatir, serta peran teknologi dalam memperkuat persaudaraan Pramuka di era digital.
Dua tokoh yang hadir dalam kegiatan tersebut adalah Kak Sammy Jonatan, Ketua Pusat Radio Scouting Indonesia, dan Kak H. Zaid Salim MB, Ketua dan Pengurus ORDA Jawa Barat. Keduanya memberikan wawasan kepada peserta melalui sesi berbagi pengalaman dan diskusi interaktif yang membahas pentingnya penguasaan teknologi komunikasi, pengembangan kegiatan Radio Scouting, serta pemanfaatan JOTA-JOTI sebagai sarana memperluas jejaring persahabatan anggota Pramuka.
Dalam sesi pertama, Kak Sammy Jonatan membahas Radio Scouting sebagai salah satu sarana pendidikan kepramukaan yang menggabungkan keterampilan komunikasi, penguasaan teknologi, dan semangat persaudaraan. Radio Scouting memberikan kesempatan kepada anggota Pramuka untuk mengenal komunikasi radio amatir sekaligus memahami bagaimana teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk berinteraksi dengan sesama Pramuka dari berbagai wilayah.
Melalui tema tersebut, peserta diajak memahami bahwa Radio Scouting bukan sekadar kegiatan menggunakan perangkat radio untuk berbicara dengan orang lain. Lebih dari itu, kegiatan ini dapat menjadi media pembelajaran yang mendorong anggota Pramuka mengenal teknologi komunikasi, melatih keberanian berbicara, meningkatkan kedisiplinan, serta mengembangkan kemampuan berkomunikasi secara tertib dan bertanggung jawab.
Kak Sammy juga mengangkat pentingnya Jamboree On The Air dan Jamboree On The Internet sebagai kegiatan yang menghubungkan Pramuka melalui dua media komunikasi, yakni radio amatir dan internet. Melalui JOTA-JOTI, anggota Pramuka dapat bertukar pengalaman, mengenal budaya dari daerah lain, serta membangun persahabatan dengan anggota Gerakan Pramuka dari berbagai negara tanpa harus bertemu secara langsung.
Pembahasan tersebut menjadi relevan bagi peserta di tengah perkembangan teknologi komunikasi yang semakin pesat. Generasi muda Pramuka diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memahami cara kerjanya, memanfaatkannya untuk kegiatan produktif, dan mengembangkan kreativitas melalui aktivitas yang mendidik.
Sementara itu, Kak H. Zaid Salim MB membagikan wawasan mengenai komunikasi radio amatir dan peran organisasi radio dalam mendukung kegiatan JOTA-JOTI. Melalui pengalamannya di lingkungan ORDA Jawa Barat, materi yang berkaitan dengan radio amatir memberikan gambaran kepada peserta tentang pentingnya keterampilan komunikasi, kedisiplinan dalam menggunakan perangkat, serta kerja sama antara Gerakan Pramuka dan komunitas radio amatir.
Dalam konteks kegiatan JOTA-JOTI, komunikasi radio mengajarkan peserta untuk menyampaikan informasi secara jelas, mengikuti tata cara komunikasi yang berlaku, serta menghormati pengguna frekuensi lainnya. Keterampilan tersebut membutuhkan ketelitian dan tanggung jawab karena komunikasi yang baik tidak hanya ditentukan oleh perangkat yang digunakan, tetapi juga oleh sikap dan pemahaman penggunanya.
Keterlibatan komunitas radio amatir juga membuka kesempatan bagi anggota Pramuka untuk memperoleh pengalaman belajar secara langsung dari praktisi. Pengetahuan mengenai perangkat radio, prosedur komunikasi, dan etika penggunaan frekuensi dapat menjadi bekal bagi peserta yang ingin mengembangkan minat dalam bidang teknologi komunikasi melalui kegiatan kepramukaan.
Selain aspek teknis, pembahasan dalam Jumpa Tokoh juga menekankan pentingnya kemampuan anggota Pramuka untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital tanpa meninggalkan nilai-nilai Satya dan Darma Pramuka. Kemajuan teknologi harus diimbangi dengan karakter yang baik, sikap saling menghormati, kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam setiap aktivitas komunikasi.
Kedua narasumber turut memberikan motivasi agar peserta terus aktif dan kreatif dalam mengikuti kegiatan kepramukaan. JOTA-JOTI diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan tahunan, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi anggota Pramuka untuk memperluas wawasan, meningkatkan keterampilan, serta membangun pertemanan dengan sesama Pramuka dari berbagai daerah hingga mancanegara.
Suasana Talk Show Jumpa Tokoh berlangsung interaktif. Para peserta menunjukkan antusiasme dengan mengajukan berbagai pertanyaan kepada narasumber. Sesi tanya jawab tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk menggali lebih jauh tentang Radio Scouting, komunikasi radio amatir, dan peluang yang dapat dikembangkan melalui kegiatan JOTA-JOTI.
Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa kegiatan berbagi pengalaman bersama tokoh yang memiliki keterkaitan dengan dunia kepramukaan dan komunikasi radio dapat menjadi sarana pembelajaran yang menarik. Peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan melalui pemaparan materi, tetapi juga mendapatkan inspirasi untuk mencoba keterampilan baru dan lebih aktif dalam kegiatan di gugus depan masing-masing.
Pelaksanaan Jumpa Tokoh menjadi bagian dari rangkaian JOTA-JOTI Kwarcab Cianjur Tahun 2026 yang berlangsung pada 16–18 Oktober 2026 di Mandala Kitri Scout Camp, Cibodas. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman kepramukaan yang memadukan pembentukan karakter, penguasaan keterampilan komunikasi, dan pemanfaatan teknologi informasi.
Melalui kegiatan tersebut, anggota Pramuka diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam latihan kepramukaan, mengembangkan kegiatan Radio Scouting di lingkungan masing-masing, serta memanfaatkan internet dan media sosial secara bijak untuk menyebarluaskan informasi positif mengenai Gerakan Pramuka.
JOTA-JOTI merupakan kegiatan kepramukaan berskala internasional yang mempertemukan anggota Pramuka melalui komunikasi radio amatir dan internet. Semangat yang dibangun melalui kegiatan ini adalah persahabatan lintas wilayah, keterbukaan terhadap perkembangan teknologi, dan penguatan nilai-nilai kepramukaan dalam kehidupan sehari-hari.[PKC/Asmuh]**














0 Comments