PRAMUKACIANJUR.OR.ID | Gerakan Pramuka Kecamatan Cilaku melaksanakan Pelantikan dan Pengukuhan Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran), Kwartir Ranting (Kwarran), serta Lembaga Pemeriksa Keuangan (LPK) Kwartir Ranting Cilaku yang bertempat di Gedung PGRI Sukaluyu. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kelembagaan Gerakan Pramuka di tingkat ranting sekaligus mendorong peningkatan kualitas pembinaan peserta didik di wilayah Kecamatan Cilaku.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Cianjur, di antaranya Kak Sutarko (Wakil ketua Bidang Renorgakum Kwarcab Cinjur), Kak Ade Supriadi (sekretaris Kwarcab Cianjur), Kak Inan, dan Kak Septian Staf Kwarcab Cianjur. Turut hadir unsur Forkopimcam Cilaku, yakni Camat Cilaku, Kapolsek Cilaku, Danramil Cilaku, serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah dan unsur terkait lainnya. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan kuatnya dukungan terhadap gerakan kepramukaan sebagai salah satu wadah strategis pembinaan karakter generasi muda.
Dalam sambutannya, Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Cianjur, Kak Budhi Rahayu Toyib, menyampaikan ucapan selamat kepada Ketua Kwarran, Ketua LPK, serta seluruh jajaran pengurus yang telah dilantik dan dikukuhkan. Ia berharap kepengurusan yang baru dapat segera bekerja, membangun koordinasi yang baik, serta mampu menjalankan program kepramukaan secara aktif, terarah, dan berkelanjutan.
Kak Budhi juga menyampaikan bahwa masa bakti Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Cianjur akan berakhir pada November 2026, sementara masa purnabakti Ketua Kwarcab akan berlangsung pada tahun 2027. Menurutnya, proses regenerasi organisasi perlu dipersiapkan secara matang agar kesinambungan program tetap terjaga dan roda organisasi dapat berjalan dengan baik pada setiap tingkatan.
Dalam arahannya, Kak Budhi menekankan pentingnya peningkatan kualitas para pembina Pramuka. Ia menyampaikan bahwa pembina Pramuka harus memiliki kompetensi yang memadai, salah satunya melalui Kursus Mahir Dasar (KMD) dan Kursus Mahir Lanjutan (KML). Kualifikasi tersebut dinilai penting agar pembina memiliki kemampuan dalam mendampingi, mendidik, serta membentuk karakter peserta didik sesuai dengan metode pendidikan kepramukaan.
Ia juga mendorong agar setiap sekolah dasar memiliki jumlah pembina yang memadai. Idealnya, setiap sekolah memiliki dua pembina Siaga dan dua pembina Penggalang, sehingga kegiatan pembinaan dapat berjalan lebih optimal. Ketersediaan pembina yang cukup dinilai sangat menentukan keberhasilan latihan rutin, pembinaan keterampilan, kedisiplinan, kepemimpinan, serta pembentukan karakter peserta didik.
Lebih lanjut, Kak Budhi menyoroti tantangan pembinaan generasi saat ini. Menurutnya, Generasi Z memiliki pola pikir, karakter, dan cara berkomunikasi yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Oleh karena itu, para pembina harus mampu menyesuaikan pendekatan pembinaan dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar Gerakan Pramuka, seperti kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, kerja sama, dan kepedulian.
Aspek keamanan dan keselamatan dalam setiap kegiatan kepramukaan juga mendapat perhatian khusus. Kak Budhi mengingatkan agar setiap kegiatan, khususnya perkemahan, selalu memperhatikan keamanan peserta, keselamatan kegiatan, serta penerapan satuan terpisah. Pengamanan kegiatan harus dilakukan secara menyeluruh, bahkan dimulai dari hal-hal teknis seperti korve tenda, penataan lokasi perkemahan, kebersihan lingkungan, hingga pengawasan peserta selama kegiatan berlangsung.
Selain pembinaan rutin, Lomba Tingkat III (LT III) juga disebut sebagai salah satu tolok ukur keberhasilan pembinaan peserta didik. LT III bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana evaluasi kualitas pembinaan di pangkalan dan kwartir ranting. Prestasi yang diraih dalam LT III dinilai dapat menjadi kebanggaan sekaligus prestise bagi pangkalan, karena mencerminkan kualitas latihan, kedisiplinan, kekompakan, dan kemampuan peserta didik dalam menerapkan keterampilan kepramukaan.
Pada akhir arahannya, Kak Budhi mendorong seluruh jajaran Kwarran Cilaku untuk mulai mempersiapkan diri dalam penilaian Kwarran Tergiat. Menurutnya, predikat tersebut harus dipandang sebagai motivasi untuk meningkatkan tertib administrasi, kualitas program kerja, pembinaan Gugus Depan, kompetensi pembina, serta prestasi peserta didik. Melalui pelantikan dan pengukuhan Mabiran, Kwarran, serta LPK Kecamatan Cilaku ini, diharapkan Gerakan Pramuka di Kecamatan Cilaku semakin solid, aktif, aman, berprestasi, dan mampu menjadi salah satu kekuatan utama dalam membentuk generasi muda yang berkarakter. [PKC]**








0 Comments