Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Kwarran Sukaluyu Disambangi Tim Penilai Kwarcab Cianjur, Apa Saja yang Diperiksa?


PRAMUKACIANJUR.OR.ID
|  Kualitas pengelolaan organisasi, konsistensi program kerja, hingga pembinaan anggota menjadi bagian penting dalam Penilaian Kwartir Ranting (Kwarran) Tergiat dan Dewan Kerja Ranting (DKR) Tergiat Tahun 2026 yang diselenggarakan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Cianjur. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya memperkuat peran kwartir ranting sebagai ujung tombak pembinaan kepramukaan di wilayahnya.

Sesuai jadwal yang ditetapkan Kwarcab Cianjur, penilaian di Kwartir Ranting Sukaluyu dilaksanakan pada Sabtu, 24 Oktober 2026, pukul 09.00–12.00 WIB, bertempat di sekretariat Kwarran Sukaluyu. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian penilaian yang berlangsung pada 15 Oktober hingga 1 November 2026 dengan melibatkan seluruh kwartir ranting se-Kwarcab Cianjur.

Penilaian ini bukan sekadar kegiatan rutin untuk menentukan kwartir ranting yang memperoleh predikat terbaik. Berdasarkan petunjuk pelaksanaan Kwarcab Cianjur, kegiatan tersebut menjadi sarana pembinaan dan evaluasi terhadap kinerja organisasi serta pelaksanaan program kepramukaan selama periode penilaian 2022–2026.

Dalam arahannya, Kak Sutarko, S.Pd., M.M.Pd., selaku penanggung jawab kegiatan, menjelaskan pentingnya menjadikan penilaian sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas organisasi. Menurutnya, setiap kwartir ranting perlu terus mengembangkan program yang terarah, memperkuat administrasi, dan menjaga keberlanjutan pembinaan anggota.

“Penilaian ini bukan hanya untuk melihat peringkat atau menentukan siapa yang menjadi kwartir ranting tergiat. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk mengevaluasi pelaksanaan program, mengetahui hal-hal yang perlu diperbaiki, dan mendorong peningkatan kualitas Gerakan Pramuka di tingkat ranting,” ujar Kak Sutarko.

Ia menegaskan bahwa kwartir ranting memiliki posisi strategis karena berkoordinasi dan membina gugus depan sebagai ujung tombak pelaksanaan pendidikan kepramukaan. Karena itu, pengelolaan organisasi yang baik di tingkat ranting diharapkan berdampak pada semakin optimalnya pembinaan peserta didik di gugus depan.

Kak Sutarko juga mengharapkan agar setiap proses evaluasi dapat ditindaklanjuti dengan langkah perbaikan yang nyata. Dengan demikian, hasil penilaian tidak berhenti pada pencatatan nilai, tetapi dapat menjadi bahan bagi pengurus untuk menyusun program yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Sementara itu, Ketua Kwarran Sukaluyu, Kak Asep Lili Somantri, S.Pd., diharapkan dapat menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum untuk memperkuat komitmen jajaran pengurus dalam mengembangkan Gerakan Pramuka di wilayah Sukaluyu. Kegiatan penilaian memberikan ruang bagi kwartir untuk meninjau kembali pelaksanaan program, kelengkapan administrasi, dan dokumentasi kegiatan yang telah dijalankan.

“Kami menyambut baik penilaian ini sebagai bagian dari evaluasi organisasi. Melalui kegiatan ini, kami dapat melihat kembali pelaksanaan program yang sudah berjalan sekaligus menjadikannya sebagai dorongan untuk meningkatkan kualitas pembinaan dan pelayanan kepramukaan di Sukaluyu,” ungkap Kak Asep Lili Somantri.



Ia juga diharapkan mendorong seluruh unsur yang terlibat dalam kegiatan kepramukaan untuk menjaga kerja sama dan meningkatkan partisipasi. Dukungan pengurus, pembina, serta anggota menjadi unsur penting dalam menjaga keberlangsungan program dan memperkuat peran Gerakan Pramuka dalam pendidikan karakter generasi muda.

Dalam kegiatan tersebut, Kak Ade Supriadi, selaku Koordinator Tim Penilaian, menjelaskan teknis pelaksanaan evaluasi. Proses penilaian mengacu pada instrumen yang telah ditetapkan Kwarcab Cianjur, sehingga pemeriksaan dilakukan berdasarkan bidang, indikator, parameter, dan bukti fisik yang menjadi dasar pemberian nilai.

“Pelaksanaan penilaian mengacu pada instrumen yang telah ditetapkan. Setiap bidang memiliki aspek dan indikator yang diperiksa, termasuk dokumen administrasi serta bukti pelaksanaan kegiatan. Dengan mekanisme ini, penilaian diharapkan berjalan terarah dan memberikan gambaran mengenai kinerja kwartir ranting,” jelas Kak Ade Supriadi.

Dalam petunjuk pelaksanaan, penilaian Kwarran Tergiat dibagi menjadi lima bidang dengan bobot yang berbeda. Bidang Pembinaan Anggota Muda memiliki bobot 30 persen, Pembinaan Anggota Dewasa sebesar 25 persen, Organisasi, Kerja Sama dan Hukum sebesar 15 persen, Administrasi, Keuangan, Aset dan Usaha sebesar 20 persen, serta Pengabdian Masyarakat, Hubungan Masyarakat dan Informatika sebesar 10 persen.

Bidang Pembinaan Anggota Muda menyoroti pelaksanaan kegiatan yang mendukung perkembangan peserta didik, sedangkan bidang Pembinaan Anggota Dewasa dan Pendidikan serta Pelatihan berkaitan dengan pengembangan kapasitas pembina dan anggota dewasa. Kedua bidang tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pendidikan kepramukaan di tingkat ranting.

Pada bidang Organisasi, Kerja Sama dan Hukum, penilaian diarahkan pada aspek tata kelola organisasi dan pelaksanaan fungsi kelembagaan sesuai instrumen yang ditetapkan. Sementara itu, bidang Administrasi, Keuangan, Aset dan Usaha mencakup pemeriksaan kelengkapan administrasi, pembukuan keuangan, serta sarana dan prasarana pendukung kegiatan kwartir.

Adapun bidang Pengabdian Masyarakat, Hubungan Masyarakat dan Informatika turut memperhatikan kegiatan pengabdian, dokumentasi, serta pengelolaan media informasi kepramukaan. Aspek tersebut menunjukkan pentingnya keterlibatan Gerakan Pramuka dalam kehidupan masyarakat sekaligus pemanfaatan media untuk menyebarluaskan kegiatan dan informasi organisasi.

Penilaian terhadap Dewan Kerja Ranting juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Kwarcab Cianjur. Berbeda dengan penilaian Kwarran, proses penilaian DKR dilaksanakan oleh anggota Dewan Kerja Cabang (DKC) Cianjur sesuai petunjuk pelaksanaan dan instrumen penilaian DKR yang disampaikan melalui DKC kepada masing-masing DKR.

Keberadaan DKR memiliki peran penting dalam mendukung pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega. Melalui evaluasi ini, diharapkan pelaksanaan program dan peran Dewan Kerja dalam mengembangkan kegiatan kepramukaan dapat terus diperkuat sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sesuai mekanisme kegiatan, tim penilai Kwarcab dibagi ke dalam lima tim berdasarkan bidang penilaian. Kwarran yang dikunjungi menyiapkan petugas serta bahan yang akan diperiksa, sementara tim melakukan pemeriksaan dokumen dan bukti fisik, pencatatan skor, serta rekapitulasi nilai sesuai petunjuk pelaksanaan.

Hasil akhir penilaian Kwarran akan ditentukan berdasarkan akumulasi nilai setiap bidang setelah dikalikan dengan bobot masing-masing. Kwarcab Cianjur menetapkan penghargaan Kwarran Tergiat I dan II pada setiap wilayah pembinaan serta Kwarran Tergiat I, II, dan III di tingkat Kwarcab. Pengumuman dan penyerahan penghargaan dijadwalkan berlangsung pada Musyawarah Cabang Tahun 2026. [PKC/Asmuh]

Post a Comment

0 Comments

Sistem Pengarsipan Digital
✕
✕
☰