Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Mengasah Pena di Tengah Perkemahan, Lomba Reportase LT-III Jadi Ujian Kepekaan Pramuka


PRAMUKACIANJUR.OR.ID | SUKANAGARA – Menguji kemampuan jurnalistik sekaligus kepekaan terhadap nilai-nilai kepramukaan, Lomba Reportase menjadi salah satu kegiatan dalam hari pertama Lomba Tingkat Regu Pramuka Penggalang III (LT-III) Kwarcab Cianjur, Sabtu (7/11/2026), di kawasan perkemahan Sukanagara. Melalui lomba ini, peserta ditantang mengamati langsung aktivitas perkemahan, menggali informasi melalui wawancara, kemudian menyajikannya menjadi berita yang faktual, menarik, dan informatif.

Seksi Kegiatan Kelompok IV, Kak Ekawati Sri Juwita, SE–LG, menjelaskan bahwa lomba reportase dirancang untuk melatih kemampuan peserta dalam mencari, mengolah, dan menyampaikan informasi berdasarkan fakta di lapangan. Peserta tidak hanya dituntut mampu menulis, tetapi juga memiliki keberanian berkomunikasi, ketelitian mengamati, serta kecakapan menggali informasi dari narasumber.

“Melalui kegiatan reportase ini, kami ingin mengajak adik-adik Penggalang lebih peka terhadap berbagai peristiwa di lingkungan perkemahan. Mereka belajar mengamati, bertanya, melakukan wawancara, kemudian menuangkan hasilnya menjadi sebuah berita yang menarik dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelas Kak Ekawati.

Sementara itu, Kak Diana Kamila Dewi, salah satu juri lomba reportase, menyampaikan bahwa tema yang diangkat dalam LT-III Kwarcab Cianjur Tahun 2026 adalah “Dari Perkemahan untuk Kehidupan: Kisah Inspiratif Pramuka yang Berkarakter”.

Menurut Kak Diana, peserta diminta menyusun berita berdasarkan hasil pengamatan langsung dan wawancara dengan narasumber di lingkungan kegiatan LT-III. Berita harus mengangkat fakta, pengalaman, aksi, maupun sosok yang mencerminkan nilai kedisiplinan, kemandirian, gotong royong, kepemimpinan, kepedulian, dan pengabdian dalam Gerakan Pramuka.

“Yang terpenting dalam reportase adalah kejujuran terhadap fakta. Peserta harus menulis berdasarkan apa yang benar-benar mereka lihat dan dengar, bukan mengarang cerita atau membuat kutipan sendiri. Berita juga harus objektif, berimbang, akurat, menarik, informatif, serta dilengkapi foto dokumentasi hasil karya sendiri,” tegas Kak Diana.

Karena lomba dilaksanakan pada hari pertama LT-III, peserta diarahkan untuk mengangkat berbagai cerita yang dapat ditemukan sejak awal kegiatan. Mulai dari suasana kedatangan kontingen, persiapan peserta, semangat masing-masing regu, proses adaptasi di lingkungan perkemahan, hingga pengalaman dan kesan yang muncul selama kegiatan berlangsung.

Dalam pelaksanaannya, peserta juga diingatkan untuk tidak mengarang fakta, membuat kutipan palsu, maupun menyalin berita dari sumber lain. Orisinalitas karya dan kesesuaian isi berita dengan hasil pengamatan serta wawancara menjadi bagian penting dalam proses penilaian.

Melalui lomba reportase ini, LT-III Kwarcab Cianjur tidak hanya menjadi ajang menguji keterampilan kepramukaan di lapangan, tetapi juga memberikan ruang bagi Penggalang untuk mengembangkan literasi, komunikasi, kreativitas, dan tanggung jawab dalam menyampaikan informasi.

Dari tenda dan aktivitas perkemahan, para peserta belajar bahwa setiap peristiwa memiliki cerita dan setiap cerita membutuhkan fakta. Inilah semangat reportase LT-III: menghadirkan kisah inspiratif Pramuka yang bukan sekadar menarik untuk dibaca, tetapi juga membawa pesan karakter untuk kehidupan. [PKC/Asmuh]

Pewarta
:
Risa Nuramalia
Fotografer
:
Risa Nuramalia, Ceuceu, Panji
Editor
:
Asep Moh. Muhsin, S.Kom

Lomba Reportase LT 3 Kwarcab Cianjur

Sukanagara 07 November 2026

Post a Comment

0 Comments

Sistem Pengarsipan Digital
✕
✕
☰